FeaturedNewsSDGs Solutions

” Seminar Bedah buku “Indonesia emas berkelanjutan 2045: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia Sedunia Seri 07 Maritim”

Komisi Kesehatan Direktorat Riset dan Kajian – Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) bersama LIPI Press merilis buku “Indonesia Emas Berkelanjutan 2045: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia Sedunia”. Ketua Komisi Kesehatan PPI Periode 2020-2021, Anthony Paulo Sunjaya, mengucapkan terima kasih kepada 180 penulis dari 34 negara dan berbagai elemen terkait lainnya hingga terbitnya buku ini. Dia kemudian menjelaskan apa yang terkandung dalam buku itu. “Kenapa 2045? Karena tahun itu adalah abad ke-1 kemerdekaan Indonesia dan kita memiliki bonus demografi dimana mayoritas penduduk berada dalam masa produktif,” kata dr Anthony.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom online pada hari Minggu, 22 Agustus 2021. SDGs Unpad menjadi peserta dalam kegiatan ini. Kementerian Kesehatan memberikan respon positif atas terbitnya buku Indonesia Emas Berkelanjutan 2045. Selain itu, diharapkan buku ini dapat menginspirasi dan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Prof Nila mengatakan bahwa kesehatan adalah hulu dari segalanya. Karena semuanya akan berdampak pada kesehatan. Jika kesehatan meningkat, maka sumber daya manusia menjadi lebih berkualitas. Prof. Nila juga mengatakan salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mentransformasikan fungsi pelayanan kesehatan dasar (puskesmas) untuk mengobati masyarakat.

Penulis kedua yang menjadi pembicara pada sesi ini adalah Sandy Ardiansyah yang memaparkan tentang upaya peningkatan status gizi ibu dan anak balita untuk mencegah stunting dan wasting. Dalam paparannya beliau berpesan, “Sebelum menjadi seorang ibu, wajib mengetahui seperti apa kesehatan reproduksi catin, kehamilan dan 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak). Kemudian kami juga menyarankan membahas metode kontrasepsi, kemudian infeksi menular seksual, dan tentu saja stunting dan parenting 1000 HPK dan bagaimana fungsi keluarga.”