Forum Group Discussion on Mainstreaming Sustainable Development Goals and Briefing on the Making of Popular Papers at Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL), Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia
Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyelenggarakan Forum Group Discussion Pengarusutamaan Sustainable Development Goals dan Pembekalan Pembuatan Karya Tulis Populer. Acara ini diselenggarakan secara online pada hari Kamis 2 September 2021 yang bertujuan untuk memberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas pegawai di lingkup Ditjen PPKL.
Salah satu pembicara pada forum ini adalah Prof. Zuzy Anna selaku Direktur SDGs Center Universitas Padjadjaran yang menyampaikan materi dengan judul “Mengenal dan Mengarusutamakan SDGs Pilar Lingkungan”. Dalam pemaparannya, Prof Zuzy Anna menjelaskan tentang SDGs sebagai jaringan yang terintegrasi secara holistik dan bukan suatu hal yang kompleks dan berdiri sendiri. SDGs menjadi perspektif baru pembangunan multidimensi sehingga perlu menghilangkan cara pandang ego sektoral yang menyebabkan inefisiensi, inefektivitas, overlapping, dan pemborosan anggaran. Dalam penerapan SDGs, dibutuhkan kolaborasi pentahelix khususnya sektor pemerintahan yang menjadi fasilitator dalam pertumbuhan ekonomi, pekerjaan, sumber pendanaan, teknologi dan inovasi. Pada sesi ini dijelaskan ringkasan metadata pilar pembangunan lingkungan yang merupakan lingkup Ditjen PPKL. Pilar lingkungan terdiri dari 6 tujuan (SDGs 6,11,12,13,14,15), 49 target dan 77 indikator yang diklasifikasikan oleh Bappenas.
Dalam kaitannya dengan pengarusutamaan SDGs dalam pembangunan lingkungan hidup, Indonesia saat ini memiliki regulasi sinkronisasi perencanaan dan anggaran. Regulasi itu diwujudkan dalam piranti lunak yang memonitor pelaksanaan program, kegiatan, dan keuangan. Melalui tagging kegiatan SDGs, aplikasi ini memonitor kinerja yang sudah hijau atau masih kuning dan merah. Selain itu, tujuan RPJMN IV tahun 2020-2024 telah sejalan dengan sustainable development goals (SDGs). RPJMN 2020-2024 menampung 124 target global.
Prof Zuzy Anna mencontohkan mapping program yang berkaitan dengan indikator SDGs contohnya adalah Bantuan Sarana Prasarana Pengelolaan limbah B3 yang dipetakan pada indikator 12.4.2 ataupun Sarana Prasarana Penghijauan kota yang dipetakan pada indikator 14.1.1.(a). Selain pemetaan indikator-indikator atas program kerja pemerintahan, Prof Zuzy Anna juga menekankan pentingnya pelaporan dan pengukuran kontribusi SDGs sektor pemerintah secara terintegrasi. Salah satu tujuan pengembangan kerangka pelaporan terintegrasi adalah untuk melakukan pemantauan, persiapan dan penyingkapan data yang bisa dibandingkan untuk mengukur kinerja perekonomian dan investasi dalam hal lingkungan hidup, sosial, dan pemerintahan. Prof Zuzy Anna menjelaskan bahwa pemantauan, pengukuran, dan pelaporan dilakukan terhadap 5 komponen yaitu inputs, activities, outputs, outcomes, dan impact. Selanjutnya report juga dapat dibuat dan dipergunakan untuk sendiri maupun dipublikasikan di berbagai media.
Selain Prof Zuzy Anna, terdapat dua pemateri lain yaitu Gesit Ariyanto selaku wartawan Kompas dan Suradi yang merupakan dosen Akademi Televisi Indonesia. Kedua pembicara secara berurutan menyampaikan materi terkait kriteria karya tulis yang dapat dipublikasikan di media massa dan menjelaskan jenis-jenis karya tulis serta bagaimana mengolah laporan kegiatan menjadi karya tulis.Bimbingan teknis penulisan Karya Tulis dan Artikel Populer dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas staf Ditjen PPKL, sehingga mampu untuk menyampaikan pendapat dan gagasan melalui tulisan yang efektif serta sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. Bimbingan teknis ini juga untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pejabat fungsional sehingga dapat mendeskripsikan kinerjanya menjadi karya tulis yang ilmiah dan akuntabel.
