FeaturedNewsNewsPress Release

Prof. Zuzy Anna Terpilih sebagai Ketua ISCN, Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Membentuk Agenda Beyond-2030

SDGs Center Conference (SCC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama ISCN pada 25–26 Juni 2026 mengangkat tema “Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global.” Konferensi ini menjadi forum nasional yang mempertemukan puluhan SDGs Center dari berbagai perguruan tinggi, kementerian dan lembaga, dunia usaha, serta mitra pembangunan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Selama dua hari penyelenggaraan, peserta mendiskusikan penguatan tata kelola SDGs Center, berbagi praktik baik implementasi SDGs, serta merumuskan arah pengembangan jejaring menuju agenda pembangunan pasca-2030.

Pada hari pertama konferensi, Prof. Zuzy Anna dipercaya menjadi penanggap (discussant) dalam sesi Academic Dialogue: Shaping Perspectives on the Beyond-2030 Sustainable Development Agenda bersama Prof. Djoko Triyono dari Universitas Pertamina. Dialog yang dipandu Dr. Yanuar Nugroho tersebut menghadirkan Leonardo A.A.T. Sambodo, Ph.D., Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, sebagai pemapar utama mengenai arah agenda pembangunan global setelah berakhirnya Agenda 2030.

Dalam tanggapannya, Prof. Zuzy menekankan bahwa penyusunan agenda Beyond-2030 harus dimulai dengan evaluasi kritis terhadap capaian SDGs saat ini. Ia menunjukkan bahwa sekitar 88 persen target SDGs di kawasan Asia-Pasifik masih berisiko tidak tercapai, sementara Indonesia baru memiliki 62,7 persen indikator yang berada pada jalur pencapaian dan masih menghadapi kesenjangan pembiayaan SDGs yang diperkirakan mencapai USD 1,7 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan setelah tahun 2030 memerlukan pendekatan baru yang lebih integratif, inovatif, dan berbasis bukti.

Berangkat dari berbagai riset SDGs Center UNPAD, Prof. Zuzy mengidentifikasi enam isu strategis yang perlu menjadi perhatian Indonesia menuju Beyond-2030, yaitu kemiskinan dan prinsip Leaving No One Behind, stunting dan gizi buruk, transisi energi dan krisis iklim, ketimpangan regional dan tata kelola pemerintahan, transformasi digital dan kecerdasan artifisial (AI), serta ekonomi biru dan ketahanan pangan. Menurutnya, isu-isu tersebut saling berkaitan sehingga memerlukan pendekatan lintas sektor (SDG interlinkages), bukan lagi kebijakan yang berjalan secara terpisah.

Lebih jauh, Prof. Zuzy mengajak SDGs Center di berbagai perguruan tinggi untuk mentransformasi perannya. SDGs Center tidak lagi cukup hanya menjadi penyusun laporan atau pemantau capaian indikator, tetapi harus berkembang menjadi pusat pengembangan pengetahuan (knowledge hub) sekaligus co-designer agenda pembangunan global. Melalui riset, inovasi metodologi, penguatan data, dan kolaborasi internasional, perguruan tinggi Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi nyata dalam perumusan kebijakan pembangunan berkelanjutan dunia.

Pesan tersebut dirangkum dalam pernyataan penutup yang menjadi benang merah pemaparannya:

“Agenda 2030 dirancang untuk Indonesia. Agenda Beyond-2030 seharusnya sebagian ditulis oleh Indonesia.”

Gagasan tersebut selaras dengan arah pembahasan sepanjang SDGs Center Conference 2026 yang menekankan pentingnya transformasi ISCN menjadi jejaring pengetahuan keberlanjutan (sustainability knowledge network). Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program SDGs, tetapi juga menjadi penghasil pengetahuan, inovasi, dan solusi berbasis bukti yang mampu mendukung pengambilan kebijakan di tingkat nasional maupun global.

Pada hari kedua konferensi, peserta melaksanakan Musyawarah Nasional ISCN yang menghasilkan kepengurusan baru organisasi. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, Prof. Zuzy Anna terpilih sebagai Ketua ISCN 2026-2028 menggantikan Bayu Arie Fianto, Ph.D. Amanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan anggota jejaring terhadap pengalaman SDGs Center UNPAD sebagai salah satu pelopor pengembangan SDGs Center di Indonesia. Di bawah kepemimpinan baru tersebut, ISCN diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antarpusat SDGs di berbagai perguruan tinggi, memperluas kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi internasional, serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam membentuk agenda pembangunan berkelanjutan global setelah tahun 2030. Bagi SDGs Center Universitas Padjadjaran, kepercayaan ini sekaligus mempertegas komitmen untuk terus menghadirkan riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti guna mendukung pencapaian SDGs di tingkat nasional maupun internasional.