Webinar Mangrove Think Green 6.0 BEM FKIP Unpad
Departemen Sosial dan Lingkungan (Sosling) Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dalam Program Think Green 6.0 menyelenggarakan webinar pada Sabtu, 16 Oktober 2021 dengan tema “how can a mangrove save our future”.
Acara ini dipandu oleh Bryan Auriol (Mahasiswa FPIK UNPAD) dan terdapat tiga pembicara yaitu Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS. (Ketua Divisi Ekologi Hutan, Departemen Silvikultur IPB), Prof Zuzy Anna (Dosen FPIK Unpad dan Direktur SDGs Center Unpad), dan Samsudin Adisaputra (Pengusaha hasil olahan mangrove)
Prof Zuzy Anna menjelaskan bagaimana pentingnya mempromosikan Low Carbon Economy dalam recovery Covid-19 di Indonesia. Salah satu strategi untuk meredesain transformasi ekonomi Indonesia salah satunya adalah berkaitan dengan Green economy. Green economy mengacu pada perekonomian/ sistem perekonomian yang berfungsi mengalokasikan sumber daya secara optimal dalam konteks lokal, nasional, dan global.
Ekosistem mangrove menyediakan banyak barang dan jasa, termasuk: penyediaan makanan dan air bersih (provisioning services), mempengaruhi pengaturan iklim, pengaturan komposisi tanah dan pengurangan risiko bencana (regulating services), dan ruang rekreasi dan spiritual (jasa budaya). (IUCN, 2017). Nilainya sangat bergantung pada konteks (ruang, waktu, penggunaan lahan, dan pengelolaan lahan) serta bergantung pada skala. Beberapa hal yang perlu diingat ketika memikirkan nilai mangrove (IUCN, 2017): nilai mangrove dapat tercermin dari harga pasar dari apa yang dihasilkan, nilai mangrove sebagai insentif untuk sektor pariwisata, nilai mangrove seringkali tidak dihargai sampai hilang, nilai mangrove dipahami oleh sektor asuransi, nilai mangrove semakin tercermin di pasar karbon.
Pada kesempatan ini Prof. Zuzy Anna juga menjelaskan berbagai macam total economic value beserta jenisnya dan contoh pengimplementasiannya. Selanjutnya digambarkan juga mengenai rilis UNDP (2011) mengenai Mangrove’s Total Economic Value sebesar US$ 1,0092.3 / hectare / year. Dengan rincian Direct use value (US$ 275.2 /ha/year), Indirect use value (US$ 217.7 /ha/year), dan Non-Use Value (US$ 594.4 /ha/year). Direct Use Value sendiri memiliki beberapa komponen seperti fishery, building poles, fuel wood, research, ecotourism, apiculture, dan aquaculture.
Selanjutnya terdapat beberapa instrument baik ekonomi maupun non ekonomi untuk memproteksi mangrove dari sisi non ekonomi adalah regulasi, spatial planning, dan moral suasion. Dari sisi ekonomi perlu dipertimbangkan Liability laws, property rights, green goods, taxes and subsidies (pollution taxes, carbon taxes, renewable energy subsidies), marketable permits (emissions trading, carbon trading), deposit refund system, payment for ecosystem services.
Untuk kedepannya opsi untuk mengembangkan mangrove ecotourism perlu dipertimbangkan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, new economic opportunities, dan melindungi lingkungan. Dengan adanya webinar ini, maka diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak untuk menjaga lingkungan tempat mangrove tumbuh. Diharapkan dengan upaya-upaya pencegahan dan restorasi akan mencapai tujuan SDG 13, SDG 14, dan SDG 15.
