SDGs di Jawa Timur: Tingkat Kesiapannya Relatif Cukup Baik

on
197
views

Berdasarkan hasil proyeksi, lebih dari 90% target-target SDGs akan tercapai di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2030. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum tingkat kesiapan Provinsi tersebut relatif cukup baik. Jika dibandingkan dengan rata-rata nasional, skor kesiapan Jatim lebih tinggi yakni 2,1 berbanding dengan 1,85.

Temuan-temuan di atas merupakan hasil kajian SDGs Center Unpad yang disampaikan oleh Dr. Zuzy Anna, Direktur Eksekutif SDGs Center Unpad, dalam acara “Forum Konsolidasi SDGs: Kesiapan Jawa Timur dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)”, pada 1 Maret 2018 di Jember. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Universitas Jember (Unej) dan Bappeda Jawa Timur. Pembicara lainnya dalam acara tersebut adalah Dr. Ir. Arifin Rudyanto (M.Sc, Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam), Dr. Bayu Krisnamurthi, M.Si (Pakar Ekonomi Pertanian dari lPB), Dr. lr. Budi Setiawan, M.MT (Kepala Bappeprov Jawa Timur) dan Prof. Rudi Wibowo (Ketua Kelompok Riset SDGs Unej).

Forum tersebut dibuka oleh Rektor Unej, M. Hasan, yang menyampaikan bahwa Unej sangat siap menjadi leading academic institution dan membantu seluruh pemerintahan daerah di Jatim dalam mewujudkan SDGs. “Bahkan, Unej sudah pernah mendapatkan penghargaan pada tahun 2013 lalu karena berhasil menjalankan program MDGs sebagai program pendahulu dari SDGs, melalui program yang dilaksanakan di Desa Sidomulyo,” Ia menambahkan. Sebagai manifestasi dari dukungan tersebut, saat ini Unej telah membentuk Kelompok Riset SDGs yang diketuai oleh Prof. Rudi Wibowo.

Terkait tujuan dari diadakannya forum ini, Rudi berharap bahwa forum konsolidasi ini mampu menyerap aspirasi, permasalahan, serta menemukan solusi dari kondisi di tiap kabupaten/kota terkait Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs di setiap kabupaten dan kota. Sejalan dengan hal ini, Kepala Bappeda Provinsi Jatim, Budi Setiawan, mengatakan  “Diharapkan bahwa setelah acara ini, perwakilan dari 38 Bappeda kabupaten dan kota di Jatim akan pulang membawa pemahaman dan semangat yang sama dalam hal menyukseskan SDGs”.

Di sisi lain, Arifin menekankan pentingnya aspek kelembagaan dalam menyukseskan pencapaian SDGs. “Dalam rangka menyukseskan SDGs, maka terdapat tiga hal yang harus dimiliki pemerintah pada seluruh tingkatan, yakni membangun `political will`, mempersiapkan landasan hukum, dan merencanakan strategi,” tuturnya. Sementara itu, dalam paparannya, Krisnamurthi menyampaikan tentang pertanian dan SDGs. Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam tercapainya pembangunan berkelanjutan, selain notabene sudah merupakan tujuan tersendiri dalam SDGs. Sebagai contoh, ketika harga bahan makanan pokok tidak stabil, orang-orang miskin akan otomatis menjadi korban.

Terakhir, Zuzy menekankan bahwa meskipun tingkat kesiapan Provinsi Jawa Timur relatif cukup baik, Provinsi tersebut bukan berarti bebas dari permasalahan dalam pembangunan berkelanjutan.  “Beberapa aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar, contohnya ketimpangan dan keseimbangan antara pilar ekonomi dan lingkungan,” ujarnya. Dibutuhkan pendekatan yang bukan Business-As-Usual (BAU) agar SDGs dapat tercapai secara 100% dan seragam di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, mengingat prinsip utamanya adalah no one left behind dan universalitas.