SDGs Center Bantu KPK Tingkatkan Keahlian Menaksir Kerugian Akibat Korupsi

on
450
views

Korupsi dalam berbagai bentuk merugikan masyarakat. Kerugian yang diderita masyarakat tersebut seringnya dinilai terlalu rendah karena hanya memasukan aspek materil yang bersifat kentara (tangible). Padahal sebagian besar kerugian materil yang diderita masyarakat berupa hilangnya kesejahteraan sifatnya tidak kentara (intangible).

Sebut saja rendahnya akuntabilitas proses perizinan alih guna lahan hutan menjadi perkebunan. Proses perizinan yang rentan dengan praktek suap menyuap mengakibatkan terjadi deforestasi yang berlebihan. Walhasil, fungsi-fungsi ekosistem yang berguna untuk masyarakat seperti sumber air bersih, perlindungan banjir dan longsor menjadi hilang. Sayangnya sering jasa-jasa ekosistem hutan tersebut tidak kentara nilainya. Yang ada sumber air habis, banjir dan longsor terjadi, dan masyarakat dirugikan.

KPK sebagai lembaga terdepan dalam pemberatasan dan pencegahan korupsi di Indonesia, selayaknya mempunyai kapasitas untuk memahami dan melakukan penaksiran akan kerugian masyarakat yang terjadi sebagai akibat dari korupsi. Dalam rangka penguatan kapasitas KPK tersebut, Economy and Environment Institute (EEI) – Indonesia, sebuah program dibawah SDGs Center Universitas Padjadjaran melakukan pelatihan valuasi ekonomi kepada 40an staff KPK. Pelatihan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta dari tanggal 16-20 September 2019.

Tak kurang dari 5 peneliti dari EEI-Indonesia (3 diantaranya staff SGDs Center UNPAD), yang merupakan ahli valuasi ekonomi terkemuka di Indonesia memberikan materi terkait berbagai teknik valuasi ekonomi pada pelatihan tersebut. Tim instruktur yang dikordinasi oleh Prof. Arief Anshory Yusuf tersebut adalah Prof. Zuzy Anna, Dr. Martin Daniel Siyaranamual (ketiganya dari UNPAD), Dr. Mia Amalia (BAPPENAS), dan Dr. Alin Halimatusadiah (UI).

Diharapkan dengan meningkatnya kemampuan KPK melakukan penaksiran yang lebih menyeluruh terhadap kerugian masyarakat akibat korupsi, maka inisiatif dan aktivitas program-program pencegahan korupsi menjadi lebih terlihat manfaatnya untuk masyarakat dan korupsi di Indonesia akan semakin berkurang.