SDG4 Monitoring Report

on
133
views

Ringkasan Eksekutif

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan komitmen global yang berupaya untuk meletakkan pondasi bagi terciptanya pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Indonesia merupakan salah satu negara yang berkomitmen untuk mewujudkan agenda pembangunan global ini, termasuk di dalamnya agenda terkait pencapaian pendidikan berkualitas (SDG4). Sebagai negara dengan sistem pendidikan keempat terbesar di dunia dengan lebih dari 55 juta anak usia sekolah dan 4 juta guru di lebih dari 268.000 sekolah, penyediaan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata memerlukan upaya yang komprehensif dan terintegrasi untuk memastikan layanan pendidikan yang ada dapat menjangkau semua anak sesuai dengan prinsip SDGs – leaving no one behind.

Laporan monitoring SDG4 ini merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia dalam mengukur pencapaian SDGs, khususnya tujuan pendidikan berkualitas.  Laporan ini memotret kemajuan pencapaian target-target SDG4 selama periode 2015-2018, sehingga bisa diperoleh gambaran mengenai situasi dan tantangan terkini pembangunan sektor pendidikan di Indonesia. Laporan ini memonitor 77 indikator dari 10 target yang ditetapkan dalam SDG4. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan kinerja antara laju perubahan selama periode monitoring (M) dengan laju perubahanberdasarkan data historis (H) dan laju perbaikan tahunan yang diperlukan untuk mencapai target 2030 (T) untuk setiap indikator.

Berdasarkan 77 indikator yang dianalisis dalam laporan monitoring ini, 64 indikator merupakan indikator kuantitatif yang memiliki data dan target lengkap sehingga dapat dianalisis skor kemajuan capaiannya. Sementara itu, satu indikator merupakan indikator kualitatif yang dimonitor dengan pendekatan berbeda. Dua indikator lain terkait beasiswa merupakan indikator dengan target khusus, dan sisa 10 indikator lainnya tidak memiliki data yang cukup untuk dilakukan perhitungan skor.

Sebanyak 30 dari 64 indikator tersebut memiliki kemajuan yang sangat baik selama periode monitoring, di mana perubahannya melebihi laju perubahan yang diperlukan untuk mencapai target 2030 dan juga melebihi laju perubahan data historis. Sisa 34 indikator lainnya, berdasarkan kinerja selama periode monitoring, diperkirakan tidak akan mencapai target pada tahun 2030.

Indikator-indikator terkait proses pembelajaran dan kualitas pendidikan termasuk yang memiliki kinerja yang baik. Lebih dari 60 persen indikator pada kategori proses pembelajaran dan kategori kualitas pendidikan memiliki kinerja yang akseleratif dan diperkirakan dapat mencapai target SDGs pada tahun 2030. Setengah dari indikator-indikator terkait akses pendidikan memiliki laju perubahan selama periode monitoring yang melebihi laju perubahan data historis dan laju perbaikan yang diperlukan untuk mencapai target 2030.  Di sisi lain, indikator terkait kesetaraan masih memerlukan perhatian khusus, karena sebagian besar indikatornya masih di bawah kinerja yang diharapkan dan diperkirakan tidak akan mencapai target 2030.

Area mana yang paling prospektif?

Indikator-indikator yang laju perubahan periode monitoring-nya lebih cepat dari laju perbaikan tahunan yang diperlukan dan mengalami akselerasi antara lain tingkat penyelesaian pendidikan dasar & menengah, proporsi penduduk dengan akses ke internet, proporsi guru berkualifikasi S1 (semua jenjang), angka partisipasi kasar Perguruan Tinggi, rasio murid per guru berkualifikasi pada jenjang SMP, dan tingkat anak tidak sekolah kelompok usia SMP.

Di sisi lain, indikator-indikator yang laju perubahan pada periode monitoring -nya lebih lambat dari yang diharapkan dan mengalami perlambatan dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe. Pertama, indikator yang laju perubahannya selama periode monitoring lebih rendah dari laju perbaikan tahunan yang diperlukan untuk mencapai target dan laju perubahanberdasarkan data historis, seperti indikator partisipasi pemuda dalam pendidikan dan pelatihan, serta proporsi remaja yang mencapai setidaknya tingkat kemahiran minimum dalam membaca dan matematika.

Kedua, indikator yang perkembangannya relatif kurang baik di periode monitoring tapi laju perubahannya berdasarkan data historis cukup baik, seperti rasio murid per guru bersertifikasi pada jenjang SD dan SMA.

Terakhir, the last mile problem, di mana pencapaian indikator-indikator ini sudah mendekati target namun cenderung mengalami perlambatan karena tingkat penyelesaiannya memerlukan upaya yang lebih besar. Indikator pada ketegori ini diantaranya adalah indikator angka melek huruf pada semua kelompok umur, tingkat anak tidak sekolah kelompok usia sekolah dasar, dan partisipasi anak usia 6 tahun (satu tahun sebelum SD) dalam pendidikan terorganisir.

Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung tercapainya target-target SDG4, di antaranya pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk meningkatkan akses ke pendidikan dasar dan menengah bagi anak usia sekolah khususnya yang berasal dari keluarga miskin. Selain itu, ada berbagai skema pelatihan serta beasiswa untuk mendorong pendidikan orang dewasa dan pembelajaran sepanjang hayat, serta program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah yang kondusif bagi semua. Meskipun demikian, mengingat kompleksitas sistem pendidikan Indonesia, masih ada berbagai tantangan yang memerlukan penanganan yang memadai jika Indonesia ingin mencapai semua target SDG4 yang cukup ambisius.