Perguruan Tinggi Harus Paling Siap Hadapi Tantangan SDGs dan Revolusi Industri 4.0

on
84
views

Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Pusat Unggulan SDGs Center menggelar seminar internasional “Achieving and Sustaining SDGs 2018 Conference: Harnessing the Power  of Frontier Technology” yang digelar di Hotel Luxton, Bandung, Kamis (18/10).

Ketua pelaksana seminar M. Fahmi, PhD mengatakan, seminar ini digelar dalam merespons era Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Revolusi Industri 4.0 di tingkat global. Respons dilakukan dalam upaya meningkatnya tantangan pembangunan ekonomi dalam SDGs dan Revolusi Industri 4.0.

Sambutan Dr. Mohamad Fahmi selaku ketua panitia Achieving and Sustaining SDGs 2018 Conference

Wakil Dekan FEB Unpad ini menjelaskan, di tingkat global pengembangan teknologi frontier dinilai sangat cepat. Melalui seminar ini diharapkan terjalin diskusi dan tukar wawasan mengenai berbagai teknologi frontier agar mampu menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengimplementasikan SDGs.

“Kita cukup bangga karena 150 pemakalah dari berbagai negara masuk dalam seminar internasional ini,” ujar Fahmi.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan SDGs memiliki berbagai tantangan yang cukup kompleks. Perguruan tinggi seharusnya menjadi unsur paling siap dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Perguruan tinggi seharusnya memiliki komitmen untuk menghadapi tantangan,” ujar Rektor.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, Rektor menyampaikan bahwa respons perguruan tinggi terhadap tantangan implementasi SDGs dan revolusi industri 4.0 belum siginifikan. “Kita bukan berarti, kita banyak melakukan sesuatu. Tetapi kita (perguruan tinggi) harus lihat impact-nya di masyarakat, bukan sekadar hanya diskusi,” jelasnya.

Jika berkaca pada komitmen awal SDGs, implementasi terbesar dari SDGs adalah masyarakat. Rektor mengatakan, tujuan besar SDGs adalah meningkatkan kesejahteraan manusia dan pembangunan ekonomi dan menghapus kesenjangan.

“Tantangan terbesar adalah bagaimana mengimplementasikannya,” kata Rektor

Seminar internasional ini bekerja sama dengan sejumlah institusi internasional, seperti UNDP, Leiden University, Delft University of Technology, dan Erasmus University Rotterdam. Seminar juga menghadirkan pembicara kunci oleh Staf Ahli Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti.

Dr. Mohamad Fahmi (Ketua Panitia SDGs Conference), 
Christophe Bahuet (Country Director UNDP Indonesia), Prof. Sutyastie Soemitro Remi (Ketua Dewan Profesor UNPAD), Prof. Armida Alisjahbana (Direktur SDGs Center UNPAD), Dr. 
Amalia Adininggar Widyasanti (BAPPENAS), Dr. Nina Sardjunani (Ketua Seknas SDGs Indonesia), Dr. Yudi Aziz (Dekan FEB UNPAD)

Adapun pembicara utama dalam seminar ini, yaitu: Kepala Departemen Biologi Lingkungan Institute of Environmental Science Leiden University Prof. P.M. van Bodegom, Direktur Pusat Penelitian Geopark Unpad Prof. Mega Fatimah Rosana, dan peneliti senior SDGs Center Unpad Andi Alisjahbana.