Pembukaan Program KMMI “SDG 4: Pendidikan Berkualitas” Unpad

on
143
views

Pada hari Selasa tanggal 3 Agustus 2021 dilaksanakan pembukaan kegiatan Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) “SDG 4: Pendidikan Berkualitas” yang merupakan  kursus singkat/short course sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Kemendikbudristek RI dan dapat direkognisi ke dalam SKS. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Universitas Padjadjaran dengan UNICEF Indonesia. Hadir dalam kegiatan pembukaan Rektor Universitas Indonesia (Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE.), Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi (Mohamad Fahmi, S.E., M.T., Ph.D), Ketua SDGs Center Unpad (Prof Zuzzy Anna), pihak UNICEF yang diwakili oleh OIC Chief of Education (Abdullah Modesh), Educational Specialist (Suhaeni Kudus), Education Specialist EAPRO (Akihiro Fushimi) dan Data and Statistics Officer (Della Ayu Anandita). Hadir pula para pengajar, fasilitator dan peserta SDG4 : Pendidikan Berkualitas. Peserta SDG4 : Pendidikan berkualitas merupakan hasil seleksi yang diikuti oleh 608 peserta dan menghasilkan 200 peserta terpilih dari 67 universitas. Kursus akan berlangsung setiap hari Senin dan Kamis sampai dengan tanggal 23 September 2021.

Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Unpad Mohammad Fahmi, Ph.D. mengutarakan bahwa program KMMI SDG 4 ini merupakan salah satu dari enam program yang ditawarkan oleh Universitas Padjadjaran kepada mahasiswa di seluruh Indonesia yang diselenggarakan antara bulan Agustus-September tahun 2021. “Program KMMI SDG 4 ini merupakan salah satu yang mempunyai cukup banyak peminatnya” ujarnya menambahkan.  Terakhir beliau berharap bahwa materi dan bahan kuliah yang diberikan akan menarik dan menambah wawasan mahasiswa karena berasal dari laporan monitoring & evaluasi yang disusun Kemendikbudristek RI bekerjasama dengan UNICEF dan SDGs Center Unpad diselaraskan dengan berbagai studi kasus lainnya. 

UNICEF  OIC Chief of Education Officer Mr. Abdullah Modesh memberikan sambutannya dengan menyatakan bahwa program ini dapat terselenggarakan karena adanya hubungan dekat antara UNICEF dengan Universitas Padjadjaran. “Diantara 17 tujuan SDGs, tujuan 4 berfokus untuk membantu pemerintah memprioritaskan sumber daya mereka untuk menjamin kualitas pendidikan yang adil, merata, dan membuka kesempatan untuk semua” ujarnya. Modesh juga menambahkan bahwa pemerintah Indonesia telah berkomitmen terhadap agenda SDGs 2030 salah satunya melalui pencapaian SDG 4, contohnya adalah akses terhadap pendidikan, tingkat ketercapaian dan partisipasi untuk pendidikan dasar telah berada di jalurnya. 

Namun demikian, capaian pembelajaran dan kompetensi masih menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia sebagaimana diindikasikan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) yang menyatakan bahwa besar proporsi pelajar Indonesia yang sangat membutuhkan peningkatan kemampuan untuk mencapai tingkat profisiensi minimal dalam kemampuan membaca dan matematika. Terakhir, beliau mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Padjadjaran atas terselenggaranya program KMMI SDG 4 ini.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE. memberikan keynote speech mengenai tantangan dunia pendidikan ditengah adanya pandemi COVID-19 saat ini. Beliau juga memberikan paparan singkat mengenai pentingnya pilar pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. “Pendidikan tinggi berkualitas harus dapat diakses dan dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, bertujuan meningkatkan kapasitas manusia secara terus menerus termasuk peningkatan keahlian/keterampilan yang digunakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan” ujarnya. 

Prof. Rina juga menyatakan bahwa tantangan pembelajaran di masa pandemi adalah penutupan sekolah tatap muka yang dapat mempersempit kesempatan belajar, dan banyaknya siswa yang diproyeksikan untuk meninggalkan sekolah karena ekonomi keluarga yang hancur akibat dari pandemi COVID-19. Efektivitas pembelajaran online juga belum bisa diukur dengan tepat, ketersediaan fasilitas pembelajaran yang layak kurang terasa kebermanfaatannya bagi siswa dan guru akibat diberlakukannya PJJ dari rumah. Kesenjangan ekonomi keluarga juga kian melebar akibat krisis sehingga memperlebar kesenjangan antara siswa miskin dan siswa kaya dalam mendapatkan pendidikan berkualitas.

 Terakhir, beliau menuturkan bagaimana pendidikan berkualitas dapat didukung oleh semua pilar SDGs dengan terobosan yang mengkombinasikan segala solusi yang ada sekaligus menjamin pendidikan berkualitas. Acara diakhiri dengan adanya sesi dokumentasi oleh panitia, dan dilanjutkan dengan sesi kuliah pertama KMMI SDG 4 yang dipimpin oleh PIC program.