Optimalisasi Kontribusi Sektor Kelautan & Perikanan Harus Sejalan dengan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

on
44
views

Mengingat hampir 2/3 luas wilayah Indonesia yang berupa lautan, kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian nasional masih jauh dari kata optimal. Pada tahun 2014, kontribusi sektor kelautan hanya sebesar 22%, padahal potensi ekonominya dapat mencapai Rp. 1,333 triliun atau setara dengan tujuh kali APBN.

Namun, yang perlu kita pahami bersama, tantangan yang sesungguhnya adalah bukan hanya mengoptimalkan sumbangan sektor tersebut, namun bagaimana memastikan bahwa upaya optimalisasi yang dilakukan sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Demikian pemikiran yang disampaikan oleh Prof. Rokhmin Dahuri, pakar kelautan internasional, dalam seminar bertajuk “Tantangan SDGs Bidang Kelautan” pada  Maret 2018 di Executive Lounge UNPAD Dipatiukur. Acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan seminar rutin SDGs Center UNPAD.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada kabinet gotong royong tersebut (2001-2004) menambahkan bahwa baik secara teoritis maupun praktis, prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan tidak akan bertentangan dengan upaya-upaya menggenjot potensi sektor kelautan dan perikanan. Contoh yang paling sederhana adalah bagaimana para nelayan diedukasi tentang cara penangkapan ikan yang tidak merusak ekosistem laut dan laut.