International Webinar: Building A Good-Jobs Economy Through Productivity-Led Structural Transformation

on
12
views

Pada era pasca pandemi COVID-19, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi 6% pertahun agar bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah (Middle-Income-Trap) pada tahun sebelum 2045, 100 tahun kemerdekaan. Demikian disampaikan oleh Deputi Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Dr. Amalia Widyasanti pada seminar internasional bertajuk “Building A Good-Jobs Economy Through Productivity-Led Structural Transformation”, Selasa, 11 Januari 2022. Seminar tersebut diselenggarakan oleh SDGs Center, Universitas Padjadjaran, bekerja sama dengan BAPPENAS, Forum Kajian Ketenagakerjaan (FKK), dan Indonesian Bureau of Economics Research (IBER).

Penjelasan Prof. Dani Rodrik

Tantangan mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut cukup besar mengingat, industrialisasi yang di masa lalu menjadi motor utama pertumbuhan, semakin lama semakin berkurang kekuatannya dalam mendorong transformasi struktural. Profesor Dani Rodrik, dari Harvard University, yang menjadi pembicara kunci dalam seminar, menyatakan bahwa daya serap tenaga kerja dari industrialisasi sudah berkurang di hampir semua negara berkembang. Untuk itu diperlukan model pembangunan baru yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini. Salah satu yang bisa dikaji adalah apa yang dikemukakan oleh Prof. Rodrik sebagai goods-job development model, yang fokusnya meningkatkan kualitas pekerjaan di sektor menengah dan kecil, menghubungkan kebijakan pelatihan dengan industri, subsidi upah, dan insentif serta pelayanan usaha yang fleksibel.

Senada dengan Prof. Dani Rodrik, Prof. Haroon Bhorat dari Cape Town University, menyampaikan pentingnya support terhadap perusahaan mikro, dan survivalist firm yaitu perusahaan-perusahaan berpotensi yang diambang batas survival karena tidak memilik akses terhadap infrastruktur-infrastruktur mendasar fasilitas storage dan logistics. Perusahaan-perusahaan ini umumnya banyak menyerap tenaga kerja. Prof. Haroon Bhorat juga menekankan pentingnya dukungan untuk perusahaan dibeda-bedakan berdasakan skala industrinya. Sektor jasa juga perlu dioptimalkan perannya dalam transformasi struktural melalui peningkatan keahlian dari para pekerja di sektor tersebut.

Sementara itu, pembicara lain, Dr. Maria Monica Wiharja dari Bank Dunia, menyampaikan bahwa penciptaan lapangan kerja yang baik bisa dicapai melalui percepatan pertumbuhan produktivitas di semua sektor, melakukan transisi agar pekerja bisa beralih ke perusahaan atau sektor yang menciptakan pekerjaan kelas menengah, dan membangun angkangan kerja kelas menengah, fasilitasi pembelajaran dan memberikan dukungan kepada kelompok pekerja tertentu.

Semua pembicara dan panelis pada seminar ini sepakat bahwa tantangan peningkatan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi dan transformasi struktural semakin lama semakin berat di negara-negara berkembang demikian juga di Indonesia. Diperlukan strategi-strategi baru agar Indonesia dapat memenuhi aspirasinya untuk keluar dari middle-income-trap sebelum tahun 2045. Yang pasti, seperti yang disampaikan Prof. Dani Rodrik, strategi pertumbuhan ekonomi dan pengurangan ketimpangan harus satu nafas. Oleh karena itu, apapun strategi pertumbuhan ekonomi itu, harus berfokus pada penciptaan pekerjaan berkualitas. Dengan adanya webinar ini diharapkan dapat memberikan pandangan terkait pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak di masa yang akan datang sehingga dapat membantu pencapaian SDG 8.