Deputy Director UNPAD Menjadi Narasumber Konsultasi Publik RAD SDGs di Provinsi Lampung

on
137
views

Provinsi Lampung diperkirakan akan cukup sulit untuk merealisasikan target SDGs di tahun 2030 dengan cara business-as-usual. Beberapa upaya yang penting dilakukan dalam percepatan pencapaian SDGs adalah peningkatan efektivitas dan efisiensi pengeluaran pemerintah, yang dicirikan salah satunya meningkatkan proposi belanja langsung, dan juga memprioritaskan target-target SDGs yang memiliki daya ungkit tinggi yang dapat mengintegrasikan pencapaian target lainnya.

Demikian pemikiran-pemikiran yang disampaikan oleh Ahmad Komarulzaman, Ph.D., Deputy Director SDGs Center UNPAD, ketika menjadi narasumber di dalam acara “Konsultasi Publik: Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (RAD TPB) Provinsi Lampung 2017-2019”. Acara tersebut diselenggarakan oleh BAPPEDA Provinsi Lampung, pada 7 Juni 2018, di Bandar Lampung. Masukan-masukan yang diberikan merupakan hasil kajian kesiapan pencapaian SDGs di Provinsi Lampung, yang bekerjasama dengan UNDP Indonesia.

Komarulzaman menambahkan “Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, prioritas target-targetSDGs dapat diarahkan untuk target yang diproyeksikan masih jauh dari target pencapaian dan juga yang menjadi katalisator terhadap target-target lainnya”.

Salah satu contoh indikator SDGs yang diproyeksikan masih jauh dari target dan memiliki daya ungkit tinggi adalah memiliki akses terhadap layanan sumber air minum layak. Hal ini dikarenakan asupan air minum yang tidak layak, misalnya mengandung bakteri, dapat memberikan dampak yang luas, seperti meningkatkan kerentanan terhadap penyakit yang pada ujungnya dapat berpengaruh terhadap produktivitas bekerja dan belajar.