Wakaf Sebagai Potensi Pendanaan SDGs

Kamis, 7 December 2017, UNDP bekerjasama dengan SDGs Center UNPAD menyelenggarakan workshop bertajuk “Waqf for Sustainable Development Goals”, yang bertempat di Unpad Training Center (UTC), Bandung. Acara tersebut membahas wakaf sebagai salah satu strategi untuk membiayai SDGs. Yang menjadi narasumber dalam acara tersebut adalah Dian Masyita (UNPAD), Jamal Othman (Universiti Kebangsaan Malaysia), Intan Natasha Putri (Bappenas), Fahruroji (Badan Wakaf Indonesia), dan Ikhsan Modjo (UNDP).

Lokakarya tersebut dibuka oleh Prof. Arief Anshory Yusuf (Executive Director SDGs Center UNPAD) dan Francine Pickup (Deputy Country Director UNDP Indonesia). Arief mengatakan bahwa implementasi SDGs membutuhkan dukungan politik dan publik yang kuat, di mana pendanaan merupakan salah satu bentuk konkrit-nya. Sejalan dengan hal tersebut, Francine menjelaskan bahwa tujuan dari workshop ini adalah untuk membahas strategi inovasi pembiayaan SDGs melalui wakaf. “Bagaimana kita dapat mengoptimalkan wakaf dan keuangan Islam secara umum, untuk kemaslahatan umat khususnya yang terkait langsung dengan sasaran-sasaran SDGs” ujar Francine.

Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Sehingga, dapat dibayangkan bahwa Indonesia memiliki potensi keuangan Islam yang tinggi, seperti wakaf dan zakat, untuk membiayai pembangunan nasional. Namun, Fahruroji dan Dian Masyita menekankan bahwa tahap krusial dari pemanfaatan wakaf untuk pembangunan berkelanjutan adalah adanya tata kelola dan institusi pengelolaan wakaf yang kuat, seperti bisnis model dan landasan hukum. “Keberadaan UU No. 41/2004 menjadi justifikasi bahwa wakaf tidak hanya digunakan untuk urusan-urusan keagamaan saja, tetapi bisa untuk pembangunan nasional yang lebih luas dalam keterkaitannya dengan SDGs” ujar Fahruroji.

Catatan penting lainnya adalah menyelaraskan wakaf yang berasal dari sisi non-pemerintah dengan program-program pemerintah pusat dan daerah, seperti RPJMN, RPJMD dan masterplan arsitektur keuangan syariah Indonesia. Sebagai narasumber yang mewakili sisi pemerintah, Intan Natasha Putri menyampaikan bahwa kesesuaian tersebut akan memastikan dana wakaf untuk kepentingan umat dapat teralokasi secara efisien dan masif.

Secara prinsip, SDGs dan wakaf memiliki tujuan yang sama, yakni kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat dalam semua aspek kehidupan. Dengan aturan main dan lembaga pengelola yang baik dan transparan, wakaf dan sumber keuangan Islam lainnya dapat dijadikan sumber pendanaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *