Pengembangan Indikator dan Ketersediaan Data SDGs Harus Lebih Baik Dari MDGs

Deputy Director SDGs Center UNPAD, Dr. Zuzy Anna, menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Penyempurnaan dan Pengembangan Indikator SDGs BPS Provinsi Jawa Barat, 15 November 2017. “Berkaca pada pengalaman MDGs, kekurangan data menyebabkan yang dapat dilaporkan hanya kurang dari 70% terkait progress MDGs, serta hanya kurang dari 50% data saja yang benar-benar berasal dari country-level survey, sedangkan sisanya berasal dari estimasi, modelling and global monitoring”, ujar Zuzy Anna. Hal ini menyebabkan proses evaluasi progress MDGs kurang akurat.

Salah satunya contohnya adalah beberapa data menyangkut anak berkemampuan khusus di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pembagian keuangan dan pekerjaan dalam rumah tangga juga tidak dimiliki semua Negara. Belum lagi data etnis minoritas, penduduk asli pedalaman, penghuni pemukiman kumuh, seringkali tidak muncul dalam data set. Dengan demikian traditional data-collection techniques seperti survey household surveys, sensus dan registers harus dilakukan lebih sering, rigorous and universal.

Pencapaian SDGs ke depan harus belajar dari pengalaman dahulu terkait implementasi MDGs, khususnya dalam konteks pengembangan indikator dan ketersediaan data SDGs. Dengan demikian, proses evaluasi dan monitoring pencapaian SDGs di Indonesia, di seluruh daerah, dapat dilakukan dengan lebih mudah dan akurat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *