Provinsi NTB Sangat Siap Menghadapi Tantangan SDGs

Seperti yang kita ketahui bersama, Sustainable Development Goals (SDGs) bukan lah hal yang baru, karena SDGs merupakan sebuah kontinuitas dari Milenium Development Goals (MDGs). Perihal SDGs, Provinsi NTB sudah sangat siap menghadapi tantangan untuk mencapai target-target SDGs pada tahun 2030. Hal ini berkaca pada keberhasilan Provinsi tersebut dalam meraih penghargaan MDGs di Indonesia sebanyak 3 kali, yakni pada tahun 2013, 2014 dan 2015, untuk kategori laju pencapaian MDGs terbaik dan kategori pencapaian indikator MDGs terbanyak.

Hal-hal diatas disampaikan oleh Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, selaku direktur SDGs Center Universitas Padjadjaran (UNPAD), di dalam lokakarya bertajuk “Pencapaian MDGs di NTB dan Tantangan Menuju SDGs” pada 7 Maret tahun 2017. Lokakarya tersebut diadakan di kantor Gubernur Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat) dan terselenggara atas kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dan The Smeru Research Institute. Pembicara lainnya yang juga membuat lokakarya menjadi menarik adalah Dr. Bambang Widianto, M.A. (Sekretaris Eksekutif TNP2K), Dr. Ir. Subandi, MSc (Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia,Masyarakat, dan Kebudayaan), Dr. Asep Suryahadi (Direktur The SMERU Research Institute), Hj. Erica Zainul Majdi (TP PKK Provinsi NTB) dan Ir. Ridwan Syah M.Sc, MM, MTP (Bappeda Prov. NTB).

 Lokakarya dibuka dengan pidato kunci oleh Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi selaku Gubernur NTB yang berjudul “Ikhtiar Tiada Henti Mewujudkan SDGs di NTB”. Di dalam pidatonya, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB sangat serius dan siap dalam menghadapi SDGs.

Selaras dengan pidato Gubernur NTB, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana mengatakan bahwa “Provinsi NTB sudah berada di dalam jalur yang tepat untuk mencapai target-target SDGs tahun 2030″. Hal ini didasarkan pada hasil studi SDGs Center UNPAD, yang menemukan bahwa dari total 14 indikator penilaian, hanya terdapat 3 indikator saja yang dirasakan belum sejalan dengan agenda SDGs 2030. Ketiga indikator tersebut adalah rasio gini, persentase rumah tangga dengan prilaku memilah sampah dan tingkat emisi CO2. untuk kedepannya, Provinsi NTB perlu memberikan perhatian lebih kepada indikator-indikator yang dirasakan masih jauh di bawah target SDGs, seperti halnya ketiga indikator tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *