Pembangunan kesehatan di Indonesia dan Jawa Barat: Dr. Deni K. Sunjaya

Dr. Deni K. Sunjaya (Fakultas Kedokteran, UNPAD) berbincang-bincang bersama Anissa Rahmawati (SDGs Center UNPAD) tentang berbagai tantangan pembangunan di bidang kesehatan di Indonesia dan Jawa Barat dalam rangka pencapaian SDGs.

11 Comments

  1. agen hajar jahanam

    Sangat komprehensif. Kesehatan perlu dilihat dari aspek yang komprehensif yaitu fisik, mental, dan spiritual. Ketiga faktor ini saling berhubungan. Yang banyak digarap dalam SDGs sampai saat ini adalah masalah fisik. Permasalahan kesehatan yang ada saat ini banyak disebabkan oleh permasalahan mental termasuk adiksi. Seperti yang dibahas dalam penjelasan dr Deni di atas
    Saya rasa seluruh pelayanan kesehatan dari mulai primer s.d tersier harus sudah memikirkan masalah inclusi pada penyandang disabilitas dari mulai pembuatan program hingga sarana dan prasarana pelayanan kesehatan,karena diantaranya selain untuk meningkatkan kualitas hidup pasien disabilitas juga akan berhubungan dengan akreditasi pelayanan kesehatan yang salah satunya memperhatikan masalah keselamatan pasien termasuk pasien penyandang disabilitas.

    Reply
  2. tokoonlineasli

    setuju dengan komentar ini “Sangat komprehensif. Kesehatan perlu dilihat dari aspek yang komprehensif yaitu fisik, mental, dan spiritual. Ketiga faktor ini saling berhubungan. Yang banyak digarap dalam SDGs sampai saat ini adalah masalah fisik. Permasalahan kesehatan yang ada saat ini banyak disebabkan oleh permasalahan mental termasuk adiksi. Seperti yang dibahas dalam penjelasan dr Deni di atas”

    Reply
  3. Sri Widiawati

    Setuju dengan pernyataan bahwa “kesehatan sangat banyak faktor determinannya, maka sektor lain harus ikut terlibat dlm memecahkan berbagai masalah kesehatan”.

    Kesehatan gigi mungkin hanya bagian kecil dalam masalah kesehatan tapi dengan Oral Health Related Quality of Life( OHRQoL) maka jangan sampai dipandang sebagai hal kecil.

    Sektor pendidikan dapat berperan bersama-sama dengan kesehatan untuk memberi edukasi kesehatan gigi. Hal ini bisa bersinergi dengan pendidikan nutrisi sebagai bagian menuju prilaku sehat untuk mencapai OHRQoL untuk anak didik.

    Reply
  4. Retno Davies

    Semuanya harus dimulai Dari atas ( pemerintah dan aparatnya). Di Indonesia kultur kita mencontoh yang diatas. Yang sangat memprihatikan saya lihat adalah perokok. Setiap pulang ke Indonesia saya lihat perokok bertambah. Hampir segala usia. Billboard besar2 dimana mana seolah olah itu gaya hidup modern. Tidak usah jauh2. Di Thailand dimana saya tinggal tempat merokok Di persempit. Tidak Ada iklan rokok. Tempat tempat tertentu merokok bisa didenda. Saya pernah menegur orang tua murid yang merokok Di halaman sekolah. Dia ternyata tidak tahu Ada peraturan itu. Pemerintah sangat mendukung. DR. Denny saya dukung kampanye anti rokok anda. Tentunya harus dipikirkan karyawan pabrik rokok. Itu tugas pemerintah dan tentunya masyarakat yang sadar kesehatan Akan mendukung.

    Reply
  5. Madhy

    Kesehatan itu penting, karena hak asasi setiap warga negara dan dijamin dalam konstitusi.artinya semua warga negara berhak mendapatkan kesehatan yang berkeadilan. Disparitas pembangunan khususnya bidang kesehatan masih terjadi di DTPK (daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan). Isu kesehatan di DTPK sangat kompleks dan unik sehingga perlu pendekatan sistem

    Reply
  6. Agus Dinar

    Prilaku merupakan salah determinan yang mempengaruhi pembangunan kesehatan dalam mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Prilaku merokok masyarakat khususnya di Jawa Barat begitu tinggi. Generasi muda dan anak-anak menjadi sasaran para produsen rokok. Bahkan anak-anak balita banyak telah menjadi pecandu.

    Kita jumpai aktifitas rokok hampir di setiap tempat. Bahkan di lingkungan pendidikan dan tempat bermain anak-anak.Hampir tidak ada lagi ruang udara terbebas asap rokok.

    Berbagi penelitian menunjukan bahwa rokok tidak memiliki manfaat, bahkan sangat merugikan baik secara sosial ekonomi dan kesehatan. Seorang pekerjaan lebih rela membelanjakan 1/3 pengasilan nya untuk rokok dari pada untuk kebutuhan susu anak-anak mereka. Kebutuah rokok masyarakat melebihi kebutuhan akan pendidikan dan kesehatan.

    Upaya pengendalian, upaya tobacco kontrol, menjadi tanggung jawab bersama. Serta membutuhkan keseriusan pemerintah. Demi mewujudkan bangsa yang sehat dan berkualitas.

    Reply
  7. Agus Dinar

    Prilaku masyarakat merupakan salah satu determinan pembangunan kesehatan dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Prilaku merokok masyarakat Indonesia sungguh sangat memperihatinkan. Anak-anak remaja menjadi objek para produsen rokok. Bahkan sejak anak anak balita.
    Masyarakat sudah menganggap biasa dengan asap rokok dimana-mana. Seakan-akan tidak ada lagi ruang udara bersih tanpa asal rokok. Padahal rokok menjadi faktor risiko penyakit PTM/penyakit tidak menular yang mematikan.

    Menjaga generasi dari candu rokok menjadi tanggung jawab bersama. Dan dibutuhkan keseriusan pemerintah.

    Reply
  8. Madhy

    Hatur nuhun pencerahannya pak…

    Reply
  9. sri yusnita

    Jawa Barat sebagai propinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia memiliki masalah kesehatan yang lebih kompleks. Tidak mengherankan bila pada SDG urutan 1 adalah menghilangkan kemiskinan dan diteruskan dengan tujuan kedua mencegah kelaparan karena 2 hal itu merupakan akar masalah bagi kesehatan. Pada masyarakat miskin semua determinan kesehatan menjadi masalah khususnya determinan sosial.
    Pada masyarakat miskin perkotaan, masalah sanitasi dan higiene selalu menjadi pangkal bagi timbulnya banyak penyakit. Mereka merupakan kelompok masyarakat yang tergolong “termarjinalkan” yang seharusnya menjadi tanggng jawab pemerintah untuk diperhatikan.
    Melalui riset yang berkesinambungan mudah2an beban pemerintah dalam memetakan masalah, mencari solusi dan mengevaluasinya dapat dibantu.
    Maju terus SDG center UNPAD!

    Reply
  10. Lukman Hilfi

    Salah satu Hal yang paling penting sekarang ini dan ke depan nanti, tentunya berhubungan dengan SDG’s adalah bagaimana membuat dan meningkatkan inclusiveness di pelayanan kesehatan (seluruh pelayanan) untuk penyandang disabilitas (hearing, blind, physical disabilities)yang merupakan bagian dari equality/equity dalam pelayanan kesehatan. Dan Tidak hanya memperhatikan masalah disabilitas itu sendiri, tetapi juga masalah inklusif pada gender di kalangan penyandang disabilitas harus menjadi prioritas dan menjadi perhatian bagi pemerintah. Saya rasa seluruh pelayanan kesehatan dari mulai primer s.d tersier harus sudah memikirkan masalah inclusi pada penyandang disabilitas dari mulai pembuatan program hingga sarana dan prasarana pelayanan kesehatan,karena diantaranya selain untuk meningkatkan kualitas hidup pasien disabilitas juga akan berhubungan dengan akreditasi pelayanan kesehatan yang salah satunya memperhatikan masalah keselamatan pasien termasuk pasien penyandang disabilitas.

    Reply
  11. shelly

    Sangat komprehensif. Kesehatan perlu dilihat dari aspek yang komprehensif yaitu fisik, mental, dan spiritual. Ketiga faktor ini saling berhubungan. Yang banyak digarap dalam SDGs sampai saat ini adalah masalah fisik. Permasalahan kesehatan yang ada saat ini banyak disebabkan oleh permasalahan mental termasuk adiksi. Seperti yang dibahas dalam penjelasan dr Deni di atas

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *